Minggu, 14 Oktober 2012

TOGA (Tanaman Obat Keluarga )

TOGA (Taman Obat Keluarga)

PENDAHULUAN
Tanaman-tanaman yang berada di lingkungan sekitar kita, tanpa kita sadari tanaman-tanaman tersebut memiliki khasiat masing-masing. Pada zaman dulu, tanaman disekitar rumah dapat digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman dapat dijadikan obat tradisional, ada bagian yang dapat digunakan seperti daun, batang, dan juga akar. Didaerah pedalaman banyak masyarakat yang menggunakan tanaman sebagai obat tradisional yang lebih mudah didapat dan dapat diproduksi sendiri berbeda dengan masyarakat modern yang cenderung menggunakan obat kimiawi dan sulit didapat.

Klasifikasi Tanaman yang dapat dijadikan Makanan & Obat Tradisional
Tanaman-tanaman yang dapat dijadikan sebagai makanan maupun sebagai obat tradisional adalah sebagai berikut :
1.        Tanaman yang tumbuh liar
2.       Tanaman dari jenis Umbi-umbian
3.       Tanaman yang berbentuk Pagar Hidup
4.       Tanaman yang Merambat
5.       Tanaman yang termasuk Pohon Peneduh

Manfaat Tanaman sebagai Makanan & Obat Tradisional
Beberapa manfaat yang dapat dipetik dari tanaman obat, antara lain :
         Memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
         Menjaga dan mempertahankan vitalitas tubuh agar tetap sehat dan segar
         Memelihara dan meningkatkan metabolisme di dalam tubuh sehingga lancar tanpa gangguan
         Memperkuat kerja jantung
         Mencegah kanker dan tumor sedini mungkin
         Membersihkan senyawa beracun di dalam tubuh
         Menurunkan kadar gula dan kolesterol di dalam darah
         Meningkatkan dan memelihara gairah seksual

A.    Tanaman yang Tumbuh Liar

1.      DAUN SENDOK
Daun sendok (Plantago major) merupakan tanaman terna tahunan. Tingginya hanya 80 cm dan tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 3.000 m dpl. Biasanya, daun sendok dapat ditemukan  di daerah berbatu, tepi jalan, atau di padang rumput yang agak lembab.
Bagian tanaman yang bermanfaat sebagai obat adalah daunnya. Daun tersebut dapat digunakan untuk mengobati demam, batu ginjal, bekas luka, dan bisul.

2.     KETEPENG CINA
Ketepeng Cina (Cassia Alba) merupakan tanaman semak dengan ketinggian mencapai 5 meter. Daun tersusun majemuk terdiri dari 8 – 24  pasang, berbentuk lonjong sampai bulat telur sungsang.
Bagian yang berkhasiat sebagai obat adalah bagian daunnya. Pasalnya, daun ketepeng cina mengandung beberapa zat aktif seperti asam krisofanik, krisorobin, oksimetil, antarakinon, dan tanin yang berguna untuk mengobati sakit kulit, demam, dan laksan.

B.    Tanaman dari Jenis Umbi

1.      BAWANG MERAH       
Bawang merah sering disebut berambang. Tanaman ini banyak ditanam orang di sawah ataupun ladang yang cukup memperoleh sinar matahari. Tumbuhan berumpun dan berumbi lapis ini berwarna keungu-unguan dan berbau tajam. Tanaman semusim yang tidak berbatang itu daunnya hijau panjang, berbentuk tabung yang ujungnya lancip. Bunganya berwarna putih kemerah-merahan. Baik umbi maupun daunnya sehari-hari dipakai untuk mengharumkan dan menyedapkan berbagai makanan. Namun bawang merah juga sering dipakai dalam berbagai ramuan obat tradisional.
Bawang merah mengandung flavonglikosida, dianggap anti radang, pembunuh bakteri, sedangkan kandungan saponinnya mengencerkan dahak. Bawang merah juga memiliki sejumlah zat lain yang berkhasiat menurunkan panas, menghangatkan, memudahkan pengeluaran angin dari perut, melancarkan pengeluaran air seni, mencegah penggumpalan darah, menurunkan kolesterol, dan kadar gula dalam darah. Menurut penelitian terakhir, bawang merah juga bisa mencegah kanker karena kandungan sulfurnya. Umbi lapisnya mengandung zat-zat seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1 dan C.
Kegunaan:
§  Demam pada anak
§  Perut kembung, muntah-muntah
§  Masuk angin

2.     LENGKUAS (LAOS)
Lengkuas yang memiliki nama latinAlpinia galanga, Linn merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah.  
Batangnya terdiri dari susunan pelepah daun. Daunnya bulat panjang dimana daun bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja sedang bagian atas lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada ujung tumbuhan.
Lengkuas atau laos ada yang berimpang putih, ada pula yang berimpang merah. Yang merah ukurannya lebih besar dan khasiatnya untuk obat Iebih banyak.
Tanaman ini memiliki batang semu seperti jahe, tapi tingginya bisa sampai 2 m. Daunnya pun lebih melebar. Lengkuas yang subur panjang daunnya bisa setengah meter dan lebarnya 15 cm.
Kandungan dan Manfaat Lengkuas:
Mengandung minyak atsiri antara lain : galangol, galangin, alpinen, kamfer, methyl-cinnamate. Lengkuas berkhasiat anti jamur, anti bakteri, menghangatkan, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mengencerkan dahak, mengharumkan, merangsang otot dan konon berkhasiat aprodisiak.

3.     KENCUR
Memiliki nama latin Kaempferia galanga L., kencur merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.
Tanaman serbaguna yang bernama lain cikur (Sunda), ceuko (Aceh), kencor (Madura), cekuh (Bali), sukung (Minahasa); asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), dan Cekir (Sumba) ini dikenal di kalangan masyarakat Indonesia sebagai bahan baku obat tradisional (jamu) dan rempah-rempah. Seiring beranjaknya waktu, kencur juga digunakan dalam industri kosmetika, fitofarmaka, penyedap makanan, dan juga minuman kemasan.
Kencur merupakan terna (tumbuhan dengan batang lunak tidak berkayu atau hanya mengandung jaringan kayu sedikit sekali) kecil yang cocok ditanam di tanah yang relatif gembur dan tidak terlalu banyak air. Dia hidup di dataran rendah sampai sedang (50-600 m dpl) dengan suhu berkisar 26-30°C.
Daging buah berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Selain ditanam di kebun, kencur juga dapat ditanam di dalam pot. Belakangan, selain ditanam di halaman sebagai apotek hidup sekaligus juga dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
Bidang farmakologi melaporkan, rimpang atau rizoma kencur yang mempunyai aroma yang spesifik tersebut mengandung komposisi pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam sinamat, etil ester, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisat, alkaloid dan gom.
Ekstrak methanol dari tanaman ini menunjukkan aktivitas melawan Toxocara canis (sejenis cacing parasit penyebab penyakit toksokariasis) dan efektif melawan tiga spesies yang menyebabkan granulomatous amoebic encephalitis (penyakit sistem syaraf pusat) dan amoebic keratitis (bakteri yang menyebabkan infeksi di kornea mata).

4.    KUNYIT
Kunyit merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dugunakan masyarakat. Rimpang kunyit terutama digunakan untuk keperluan dapur (bumbu, zat warna makanan), kosmetik maupun dalam pengobatan tradisional. Secara tradisional, air rebusan rimpang yang dicampur dengan gambir dugunakan sebagai air kumur mulut untuk gusi bengkak, sementara salep dari kunyit dengan asam kawak digunakan untuk pengobatan kaki luka. Salep yang dibuat dari campuran kunyit dengan kelapa banyak digunakan menyembuhkan kaki bengkak dan untuk mengeluarkan cairan penyebab bengkak. Ada lagi, kunyit yang diremas-remas dengan biji cengkeh dan melati digunakan untuk radang hati dan penyakit kulit. Sementara akar kunyit yang diremas-remas dapat digunakan sebagai obat penyakit bengkak rematik. Kunyit memiliki nama latin Curcuma Demostica Val.
Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu minyak kunyit yang telah diketahui yaitu minyak atsiri 64% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi zingiberen), alfa dan beta-turmerone.

C.     Tanaman berbentuk Pagar Hidup

1.      KATUK
Katuk (Sauropus  androgynus) umumnya tumbuh di tempat teduh, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi.Pada dasarnya, tanaman ini membutuhkan  media tanam yang gembur, cukup bahan organik, lembab, dan agak terlindungi dari terik matahari.
Bagian tanaman yang berkhasiat obat adalah daunnya yang berfungsi untuk memperlancar ASI, bagi ibu menyusui, obat demam, dan melancarkan air seni.

2.     PINANG
Pinang (Areca catechu) memiliki batang yang langsing, tumbuh tegak setinggi 10-30 m. daunnya menyirip dan tumbuh berkelompok di ujung batang pohon.
Bagian tanaman yang digunakan untuk obat adalah bijinya yang mengandung beberapa zat aktif seperti alkaloid, arekolina, arekolodina, arekaina, guva-kolina, guvasina, kolin, dan tamin. Alkaloid merupakan racun bagi beberapa spesies cacing parasit. Khasiatnya untuk mengobati sakit perut, mencret, cacingan, cacar , kudis, dan borok. Namun, bila diminum dalam dosis tinggi, pinang dapat mematikan sperma bagi pria (menjadikan pria mandul)

D.    Jenis Tanaman Merambat

1.      LADA
Lada (Piper Nigrum) merupakan terna berkayu. Pertumbuhannya memanjat dengan ketinggian mencapai 15 m. Batangnnya berwarna hijau tua. Daunnya berbentuk bundar telur sampai lonjong. Sementara itu, bunganya berbentuk bulir yang menggantung.
Bagian tanaman yang bisa dijadikan obat adalah buahnyavyang mengandung minyak asiri 1-2,5%. Penggunaannya bisa dijadikan bumbu penyedap, karminatif, antiseptik, dan stimulan.
  
E.     Tanaman dari Jenis Perdu

1.      LIDAH BUAYA
Lidah Buaya (Aloe Vera) saat ini lebih banyak dikembangkan untuk bahan baku industri farmasi, kosmetik dan makanan serta minuman.          Kandungan enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dalam Lidah Buaya membuat tanaman ini berkhasiat obat. Khasiat dari Lidah Buaya selain sebagai penyubur rambut, penyembuh luka dan perawatan kulit, lidah buaya dapat juga di manfaatkan sebagai tanaman berkhasiat obat. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan cacingan, luka bakar, bisul, luka bernanah; amandel, sakit mata, keseleo, kosmetik, jerawat. Bagian dari Lidah Buaya yang berkhasiat obat: daun, bunga dan akar. Tanaman berkhasiat obat ini dapat di budidayakan dengan sangat mudah.
Berikut kegunaan lidah buaya sebagai obat tradisional:
Sesak nafas (asma) :
Ambil 1 tangkai lidah buaya, cuci bersih, panggang, kemudian diperas. minumlah hasil perasan setelah di beri gula batu atau madu.

D.   BUNGA MATAHARI
Bunga matahari (Helianthus annus) juga termasuk tanaman herba yang tumbuh tegak setinggi 1-3 m. Memiliki batang yang basah, berbulu, dan berdaun tunggal. Bunganya besar dengan mahkota berbentuk pita berwarna kuning di sepanjang cawannya. Di tengahnya terdapat bunga-bunga kecil berwarna cokelat.
Didalam bunganya tekandung berbagai zat seperti quercimeitrin, helianthoside A, B, C, dan oleanolicacid, yang berkhasiat menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa nyeri. Bijinya berkhasiat sebagai antidesentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh seperti hormon dan enzim, serta merangsang pengeluaran campak. Daun dan akarnya juga berkhasiat sebagai obat antiradang, mengurangi rasa nyeri, dan antimalaria.

F.     Tanaman yang termasuk Pohon Peneduh

1.      BELIMBING WULUH
Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bunga kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan.
Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.
KEGUNAAN:
§  Bunga   : Batuk & Sariawan (stomatitis)
§  Daun    : Perut sakit. Gondongan (Parotitis) & Rematik
§  Buah     : Batuk rejan, Gusi berdarah, sariawan

G.   KOPI
Kopi (Coffea sp.) merupakan tanaman perdu yang tinginya mencapai 10 meter. Batangnya agak kekar dan bercabang banyak. Daunnya berbentuk bundar telur, berwarna hijau dan mengilat di permukaan atasnya.
Bagian tanaman yang berfungsi sebagai obat adalah bijinya yang mengandung kafein, teobromin, teofilin, trimetil fenol, metilena fenol, stigmasterol, lanosterol, asam aspartat, asam alantoat, asam kafeotanat, tanin, skualena, dekstrin, adenin, xantin, dan abu berupa alkali fosfat dan alkali karbonat. Khasiatnya untuk mengobati perut mulas, kolera, disentri, keracunan, penyegar, dan penguat jantung.




dikutip dari : http://evankg.blogspot.com/